Kembali ke Dashboard
Panduan Daur Ulang Pinter
Pelajari cara yang benar untuk memilah dan merawat sampah Anda sebelum dibuang. Tindakan kecil Anda berdampak besar pada lingkungan Telkom University Jakarta.
Sampah Organik
Contoh: Sisa makanan, sayuran, kulit buah, daun kering, dan kertas tisu kotor.
TIPS DAUR ULANG:
- Buat Kompos: Kumpulkan daun kering atau sisa sayur busuk ke dalam satu wadah berlubang, campur tanah.
- Jangan biarkan sisa makanan kedap udara (seperti dibungkus plastik rapat) karena akan menghasilkan gas metana penyebab efek rumah kaca.
- Tiriskan air dari sisa makanan basah sebelum dibuang agar tempat sampah organik tidak cepat bau dan mengundang lalat.
Sampah Anorganik
Contoh: Botol plastik PET, gelas plastik minuman, kertas HVS bersih, styrofoam, dan kardus.
TIPS DAUR ULANG:
- Bilas & Keringkan: Pastikan botol atau gelas bekas minuman tidak tersisa cairan gula yang dapat merusak kualitas daur ulang.
- Remukkan Botol: Pipihkan botol plastik untuk menghemat ruang tempat penampungan.
- Kertas HVS/Kardus tidak boleh basah. Kardus basah yang berjamur akan ditolak oleh bank sampah.
Sampah Logam & Elektronik
Contoh: Kaleng minuman aluminium, baterai bekas, e-waste (kabel putus, charger rusak), potongan seng.
TIPS DAUR ULANG:
- Pisahkan logam dari anorganik lain karena logam memiliki harga yang jauh lebih tinggi dan proses lebur yang berbeda.
- Awas Beracun: Baterai bekas tidak boleh dibuang di tanah karena mengandung merkuri. Letakkan di kotak khusus e-waste.
- Kaleng minuman cukup dibilas dari sisa air manis sebelum dipisahkan. Aluminium memiliki kemampuan didaur ulang tanpa menurunkan kualitas bahannya.